Larangan Keras Untuk Pemain Jerman Di Piala Dunia

timnas jerman piala dunia 2018 Rusia bakal kedatangan tim nasional Jerman ke Piala Dunia dengan predikat juara bertahan. Manajer Jerman Joachim Low tak punya niatan merubah metode keberhasilannya guna kembali menjuarai kompetisi itu.

Jerman berniat menjadi tim pertama yang mampu menjaga gelar Piala Dunia usai terakhir kali Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962. Oleh karena itu, Low bakal kembali menerapkan aturan soal larangan berhubungan badan atau seks, mengonsumsi alkohol, maupun bermain media sosial selama kompetisi.

“Para pemain kami sangat dekat dengan aturan perilaku kami,” kata Low seperti dilansir Marca. “Mereka tahu apa target kami.”

“Tiap pemain merupakan bagian dari teka-teki, tim lebih penting ketimbang individu,” tegasnya.

begitu kompetisi Piala Dunia dihelat, para penggawa tim nasional Jerman akan diasingkan. Walau begitu akan ada saat dimana mereka diperbolehkan untuk meluangkan waktu bersama keluarga masing-masing.

Dilaporkan oleh La Gazzetta dello Sport, konsumsi alkohol memang tak sepenuhnya dilarang. Pemain masih boleh meminum segelas anggur sebelum tidur namun tak boleh terlalu banyak.

Sedangkan memainkan media sosial dinilai tak perlu selama kompetisi. Begitu juga dengan foto di kamar hotel dan juga ruang ganti juga benar-benar dilarang.

Ada kekhawatiran informasi rahasia akan bocor ke publik. Disamping itu hal ini untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, contoh saja menyebarnya foto Mesut Ozil dan Ilkay Gundogan dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Kiper Utama Jerman Jadi Rebutan Neuer dan Ter Stegen

Arsitek tim nasional, Joachim Loew punya pekerjaan berat untuk menentukan siapakah kiper andalan Jerman di Piala Dunia 2018 Rusia nanti. Pasalnya ada pertarungan sengit antara Marc-Andre Ter Stegen dan Manuel Neuer.

Ter Stegen sendiri telah memperlihatkan kapasitasnya sebagai kiper utama Barcelona musim ini. Beberapa kali dia melakukan penyelesamatan gemilang ketika Barca sedang tertekan.

Sedangkan Neuer baru saja kembali dari cedera patah kaki dan belum menentukan permainan terbaik. Akan tetapi tak usah diragukan lagi jika Neuer merupakan salah satu kiper terbaik dunia saat ini.

Neuer sendiri juga lebih kerap jadi penjaga gawang andalan Timnas Jerman dalam beberapa kompetisi internasional terakhir. Oleh karena itu Ter Stegen mungkin bakal menemui kesulitan untuk tempat itu.

Asisten manajer Der Panzer Thomas Schneider menyatakan jika Neuer kini sudah siap untuk dimaikan. Hal tersebut dikarenakan Neuer memiliki kualitas lebih oke ketimbang Ter Stegen.

“Para pelatih telah bertemu dengan Marc-Andre yang memiliki musim yang sangat baik dan menjadi bagian penting di dalam tim sejak gelara Piala Konfederasi tahun lalu dan dia menjadi semakin baik musim ini,” kata Schneider di fourfourtwo.

“Akan tetapi Manu (Neuer) adalah kiper yang komplet. Namanya, cara dia bergerak, keberadaannya di lapangan dan kemampuan teknisnya. Tentu saja dia dinilai sebagai penjaga gawang terbaik di dunia karena alasan tertentu.”

Jerman Jadi Penantang Brasil Di Piala Dunia 2018

Mantan pemain tim nasional Brasil, Ronaldo Nazario yakni jika skuat A Seleccao bisa bermain maksimal pada gelaran Piala Dunia 2018 Rusia medio Juni nanti. Menurutnya susunan skuat sekarang ini sudah kuat karena dihuni oleh pemain-pemain muda.

Ronaldo sendiri sukses mengantarkan Tim Samba menjadi kampiun Piala Dunia 2002 ketika mengalahkan Jerman di partai final. Ketika itu dengan gaya rambut kuncung dia menjadi sorotan karena masuk dalam jajaran pemain terbaik di kompetisi empat tahunan itu.

Sementara pada gelaran Piala Dunia kali ini, dia yakin betul jika Brasil memiliki kesempatan untuk mengangkat gelar itu sekali lagi. Apalagi ada sosok Neymar yang jadi kekuatan utama.

Akan tetapi sebelum menjadi juara, Tim Samba harus bermain untuk mengalahkan Jerman dan Spanyol yang dia rasa adalah dua tim favorit. Kedua tim itu merupakan juara Piala Dunia dalam dua edisi terakhir.

Skuat Jerman amat tangguh, namun Spanyol sebuah kesatuan yang hebat karena mereka sangat agresif, kompak dan cepat,” ujar Ronaldo di marca.

“Mereka menjadi pesaing terkuat Brasil di Piala Dunia, saya sendiri akan bekerja bersama FIFA dan Brazilian TV saat itu.”

Dalam gelaran pesta sepakbola akbar empat tahunan ini bakal dimulai pada 14 Juni mendatang. Brasil masuk ke Grup E bersama Swiss, Kosta Rika, dan Serbia.

Loew Yakin Neuer Siap Bela Jerman Di Piala Dunia 2018

Nyaris semusim penuh Manuel Neuer absen memperkuat Bayern Munchen karena cedera serius sehingga membuat banyak orang meragukan si pemain bisa bermain di Piala Dunia 2018. Walau begitu, arsitek Jerman, Joachim Low, meyakini sang pemain bisa sembuh secepatnya.

Neuer absen hampir satu musim lamanya karena mendapat rentetan cedera sejak akhir musim kemarin. Pada musim ini sendiri, dirinya hanya bisa bermain empat kali saja sehingga pos kiper utama diberikan kepada Sven Ulreich.

Akan tetapi belum lama ini dia masuk dalam skuat Bayern Munchen sebagai pemain cadangan ketika melawan Eintracht Frankfurt di final DFB Pokal akhir pekan kemarin. Sekarang si pemain cuma punya dua partai ujicoba internasional guna membuktikan bahwa dirinya sudah fit 100 persen.

Dengan kondisi sekarang ini Loew merasa sangat yakin jika Neuer bisa segera pulih dan bermain di bawah mistar gawang Jerman. Walau demikian dia tetap menyerahkan segala keputusan di tangan sang pemain apabila berniat tampil di Piala Dunia 2018 mendatang.

“Saya pribadi yakin dan merasa bahwa Manuel Neuer bisa mewujudkannya,” ujar sang pelatih kepada Bild.

“Dia kini telah kembali menjalani sesi latihan Bayern selama lebih dari dua pekan dan sudah sampai ke beban maksimal yang dibutuhkan. Saya rasa dia mampu bertahan dengan beban ini dalam pusat pelatihan kami,” lanjutnya.

“Pada akhirnya cuma Manuel sendiri yang bisa merasakan apakah dia masih puya rasa takut. Dia berjanji pada kami akan bicara secara jujur. Dia sadar dengan tanggung jawab untuk dirinya dan juga tim,” pungkasnya.

Apabila pemain berusia 32 tahun itu tak bisa bermain, pos penjaga gawang Jerman sebenarnya masih aman karena memiliki Marc-Andre ter Stegen yang tak lain adalah andalan klub raksasa La Liga Spanyol, Barcelona.

Prancis Masih Jauh dari Unggulan di Piala Dunia 2018

Tim nasional Prancis masih belum seutuhnya bersiap untuk melangsungkan laga di ajang Piala Dunia 2018. Mereka pernah tunduk saat berhadapan dengan Kolombia dengan skor 2-3 lewat laga Friendly pekan terakhir, walau berhasil bangkit dengan menangkan laga atas Rusia dengan skor 3-1, mereka masih jauh dari tim yang menjadi favorit.

Lewat kedua pertandingan tersebut, tampilan Prancis masih kedodoran. Dengan penampilan seperti itu mereka dinilai masih belum layak disebut sebagai calon juara dunia.

Pemain gelandang Blaise Matuidi akui hasil oke atas Rusia bikin mereka merasa lebih oke. “Kami bisa lakukannya dengan lebih oke — kami dapat lakukannya dengan jauh lebih oke,” imbuh dia.

Pasukan Didier Deschamps nampak kurang agresif pada kedua laga dan tak pernah nampak dalam keadaan aman, malah ketika berhadapan dengan Rusia yang lebih lemah.

“Kami harus jadi penakluk, Kami perlu benahi hal ini sebab Piala Dunia hadir dengan cepat dan kami perlu bersiap.” lanjut Matuidi.

“Pada periode sulit, mungkin kami tak menunjukkan solidaritas yang cukup. Kami berikan amat banyak ruang pada paralawan kami dan mungkin kami tak lakukan usaha yang cukup.” Sambung pemain Juventus tersebut.

Baca Juga : Hasil-hasil Mengejutkan di piala dunia

Sedangkan kapten Hugo Lloris percaya kalau timnya akan bersiap tepat waktu. “Apa yang penting ialah laga pembukaan kami berhadapan dengan Australia pada tanggal 16 Juni,” kata dia.

“Dengan kolektif, ada ruang besar untuk perbaikan. Apapun sistemnya, apa yang menjadi perbedaan di sepak bola tingkat tinggi ialah intensitas yang Anda berikan pada sejumlah laga, hati, dan agresifitas.”
Prancis tergabung di dalam grup C piala dunia 2018 bersama dengan 3 tim nasional lainnya yaitu Australia, Peru, dan Denmark.

Tim Nasional Prancis Dipercaya Masuk Semifinal Piala Dunia 2018

Bekas pemain bek Tim nasional Prancis, Bixente Lizarazu, memberi prediksi kalau Les Blues bakal terus melangkah sampai pada babak semifinal Piala Dunia 2018. Bagi dirinya, Prancis punya para pemain muda yang berkualitas untuk melangsungkan laga di Piala Dunia.

Pemain yang ikut dalam memenangkan trofi juara Piala Dunia edisi 1998 tersebut percaya kalau skuat Ayam Jantan dapat berbicara banyak pada ajang Piala Dunia di Rusia yang akan datang. Satu di antara acuannya, dia menganggak kalau sekarang ini Prancis punya skuat paling oke dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya katakan Prancis berada di dalam daftar tim favorit juara bersama Jerman, Spanyol, dan Brasil. Saya menganggap Prancis dapat sampai ke babak semifinal,” imbuh Lizarazu.

“Dari situ… semua mungkin saja berlangsung,” kata pria yang berumur 48 tahun tersebut ketika berada di Singapura ini.

Walau akhir-akhir ini sejumlah pemain kunci seperti Paul Pogba dianggap kurang gemilang, Lizarazu menyebut Prancis tidak kekurangan pemain berkualitas untuk dipilih pelatih Didier Deschamps masuk skuat yang ia besut di Piala Dunia 2018.

“Sekarang ini ada sejumlah pemain penyerang yang baik seperti pemain penyerang PSG, Kylian Mbappe dan Kingsley Coman yang main di Bayern Munchen. Ditambah, kami pun miliki Ousmane Dembele yang mulai temukan permainan paling oke di Barcelona,” sambung dia.

“Sektor garis tengah pun luar biasa, sebab kami miliki para pemain gelandang yang hebat seperti Pogba dan N’Golo Kante,” kata dia.

Baca Juga : Hasil-hasil Mengejutkan di piala dunia

Di sisi lain, Les Blues tunduk dengan skor 2-3 lewat pertandingan terakhir ketika melangsungkan laga friendly melawan Kolombia (24/3/2018). Tetapi, Lizarazu tetap percaya, takdir akan membawa trofi Piala Dunia ke skuat sekarang ini.

Tim nasional Prancis sampai saat ini baru 1 kali menjadi juara di Piala Dunia, yaitu waktu Lizarazu ikut tampil pada edisi 1998 yang berlangsung di negara sendiri.

3 Tim yang Prancis Hindari di Piala Dunia 2018

Prancis pastikan tiket menuju Piala Dunia 2018 setelah menangkan laga Belarus di kompetisi kualifikasi grup A. Skuat yang di besut oleh Didier Deschamps menangkan laga dengan skor tipis 2-1 di pertandingan terakhir.

Setelah pertandingan, Deschamps ikut mengeluarkan komentar atas lolosnya skuat yang ia besut. Ada 3 klub yang ditakutkan Prancis di Piala Dunia 2018 dan ia akui kalau tim nasional Prancis tak akan jadi tim favorit.

“Prancis tak akan jadi skuat favorit utama di Rusia tahun depan. Kami punya banyak ambisi namun kalau menyaksikan beberapa negara lain kami khawatir. Ada 2 di Eropa, yaitu Portugal dan Jerman, dan satu lagi Brasil dari Amerika Selatan,” ucap Deschamps.

“Kami lakukan hal yang amat baik, namun ada hal-hal yang tidak benar-benar kami kendalikan,” ucap dia.

Pelatih yang berumur 48 tahun tersebut beberkan kekurangan skuatnya sepanjang babak kualifikasi. Walau tampil oke, masih banyak yang perlu dibenahi.

Baca Juga : Hasil-hasil Mengejutkan di piala dunia

“Kami tak sukses kendalikan keadaan sepanjang laga berlangsung, dan kami tak sukses kendalikan semua laga kualifikasi,” imbuh dia.

Diketahui, 2 cetak angka yang disarangkan Prancis masing-masing diciptakan oleh Antoine Griezmann dan Olivier Giroud. Dengan hasil ini, Prancis lolos sebagai pemuncak klasemen grup A dengan catatkan 23 poin.

Hasil-hasil Laga yang Mengejutkan di Piala Dunia

Bagaikan sebuah atraksi tanpa henti, Legenda sepak bola Brasil, Pele, ibaratkan turnamen sepak bola 4 tahunan tersebut sebagai sebuah kotak yang isinya penuh dengan hal yang mengejutkan.

Pada kompetisi ini, kejutan amat mungkin terjadi. Tim gurem, yang tidak dipandang sebelah mata, dapat secara tiba-tiba hadirkan kejutan dengan menjungkalkan tim yang lebih diunggulkan. Dalam sejarah Piala Dunia hal ini telah sering berlangsung.

Baca Juga : Tim Kandidat Juara Piala Dunia 2018

Ini adalah 4 hasil laga yang mengejutkan pernah terjadi di piala dunia:

Jerman Tundukkan Brasil Piala Dunia 2014

 

Jerman 7-1 Brasil 
(Semifinal Piala Dunia 2014 di Brasil)

Walau Selecao tak ada sosok Neymar dan Thiago Silva pada waktu itu, tetapi masih banyak yang mengira bahwa Brasil bisa menangkan pertandingan itu sebab mereka akan bermain di depan para fansnya di Stadion Mineirazo, Brasil.

Tetapi pada waktu pertandingan baru berlangsung 11 menit, Thomas Muller memulai pesta cetak angka Jerman ke gawang Brasil yang saat itu dikawal oleh Julio Cesar. Serangkaian cetak angka pun hadir kembali lewat kaki Miroslav Klose (menit ke 23), Toni Kroos (24; 26), dan Sami Khedira (29). Babak pertama berakhir, Selecao telah tertinggal 5-0.

Pada babak kedua, Brasil belum bisa lakukan perlawanan. Malah Jerman sukses tambah keunggulan lewat angka yang diciptakan Andre Schurrle di menit 69 dan 79. Brasil pun baru bisa mencetak gol hiburan di akhir laga melalui gol dari Oscar.

Hasil tersebut jadi kekalahan terbesar Selecao dari tim manapun sedari tahun 1920. Pele menganggap kalau hasil pertandingan tersebut menjadi sebuah bencana untuk sepak bola Brasil. Sedangkan pelatih Brasil sekarang ini, Tite, akui kalau saat itu Jerman memang bermain dengan hebat.

“Semua kesempatan yang diciptakan Jerman dapat berbuah menjadi cetak angka,” ucap Tite Maret kemarin. “Hal tersebut tak dapat terjadi, malah di video game sekalipun.”

Belanda Tundukkan Spanyol Piala Dunia 2014

Belanda 5-1 Spanyol
(Babak Penyisihan Grup B Piala Dunia 2014 di Brasil)

Spanyol saat itu merupakan juara bertahan Piala Dunia 2010 setelah berhasil tundukkan Belanda di partai final. Dengan skuad yang tidak banyak berubah, Tim Matador kembali diunggulkan di Piala Dunia 2014.

Di kompetisi itu, Spanyol kembali bertemu dengan Belanda di laga pertama di babak penyisihan grup. Tim Matador pernah unggul lebih awal lewat cetak angka penalti dari Xabi Alonso di menit ke 27.

Namun sebelum babak pertama berakhir, Belanda berhasil menyamakan kedudukan melalui gol cantik dari sundulan Robin van Persie sembari terbang, yang memanfaatkan umpan dari Daley Blind. Berkat gol itu, van Persie sempat dijuluki sebagai “The Flying Dutchman”.

Di babak kedua, skuad Oranye kian ganas. Diawali dengan gol dari Arjen Robben pada menit ke-53, pesta gol Belanda pun berlanjut melalui Stefan de Vrij (64), van Persie (72), dan ditutup melalui gol kedua Robben yang kembali bisa mengelabui kiper Spanyol kala itu, Iker Cassilas.

Senegal Tundukkan Prancis Piala Dunia 2002

Senegal 1-0 Prancis
(Penyisihan Grup A Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang)

Saat itu Prancis merupakan juara bertahan Piala Dunia 1998. Walau tidak diperkuat oleh pemain gelandang andalannya saat itu, Zinedine Zidane, skuad Les Blues tetap difavoritkan untuk bisa menjadi juara di Piala Dunia 2002.

Walau begitu, saat Prancis melangsungkan pertandingan pertamanya melawan Senegal di tahap penyisihan grup, dengan mengejutkan, skuad Les Bleus harus menerima hasil buruk. ialah cetak angka tunggal dari Papa Boupa Diop yang dapat bikin Senegal unggul.

Sayangnya, nasib Prancis di turnamen saat itu memang kurang mujur. Usai melangsungkan 2 pertandingan lagi melawana Denmark dan Uruguay, skuad Les Blues harus rela menghuni posisi bontot di Grup A tanpa pernah mencetak satu gol pun. Sementara Senegal berhasil melaju ke babak 16 besar usai berhasil menghuni posisi kedua di fase grup.

Korea Selatan Tundukkan Italia Piala Dunia 2002

Korea Selatan 2-1 Italia
(Babak 16 Besar Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang)

Dengan banyaknya nama pemain besar seperti Buffon, Maldini, Totti, Vieri, dan Del Piero, timnas Italia jelas menjadi tim unggulan di ajang Piala Dunia 2002. Tetapi sebagai tuan rumah, Korea Selatan tak ingin kalah begitu saja saat berhadapan skuad Gli Azzuri di partai 16 besar. Di bawah besutan Guus Hiddink, tim yang disebut sebagai Macan Asia itu mengamuk.

Korea Selatan tertinggal lebih awal lewat cetak angka Christian Vieri saat laga baru berjalan selama 18 menit. Setelah gol cepat itu, layaknya sepak bola Italia, Gli Azzuri memilih untuk bermain bertahan.

Menjelang akhir laga, tepatnya pada menit 88, Korea Selatan sukses ciptakan angka lewat sepakan Seoul Ki-hyeon. Skor imbang 1-1, pertandingan pun perlu diteruskan dengan perpanjangan waktu.

Mengetahui tim lawan memiliki kiper sekelas Buffon, Korea Selatan pun ingin menghindari drama adu penalti. Karena itu, mereka terus tampil menekan hingga Francesco Totti harus diganjar dengan hukuman kartu merah.

Serangkaian serangan yang dilancarkan oleh Macan Asia pun tidak sia-sia. Di menit ke-117, penyerang Korea, Ahn Jun-hwan, yang juga sempat gagal mengeksekusi penalti di babak pertama pertandingan, berhasil mencetak gol kemenangan bagi Macan Asia. Melalui sistem golden goal, pertandingan pun dihentikan, dan Korea berhasil memenangkan laga panas itu.

Secara mengejutkan, Korea, yang kala itu masih diasuh Guus Hiddink, berhasil melaju hingga ke babak semifinal, meski harus rela kalah dari Turki di laga perebutan juara ketiga.

Kejutan yang sama amat mungkin akan berlangsung di Piala Dunia 2018, yang bakal berlangsung di Rusia, pada tanggal 14 Juni sampai dengan tanggal 15 Juli nanti. Kita nanti saja laga mengejutkan apa yang akan berlangsung nanti.