Hasil-hasil Laga yang Mengejutkan di Piala Dunia

Bagaikan sebuah atraksi tanpa henti, Legenda sepak bola Brasil, Pele, ibaratkan turnamen sepak bola 4 tahunan tersebut sebagai sebuah kotak yang isinya penuh dengan hal yang mengejutkan.

Pada kompetisi ini, kejutan amat mungkin terjadi. Tim gurem, yang tidak dipandang sebelah mata, dapat secara tiba-tiba hadirkan kejutan dengan menjungkalkan tim yang lebih diunggulkan. Dalam sejarah Piala Dunia hal ini telah sering berlangsung.

Baca Juga : Tim Kandidat Juara Piala Dunia 2018

Ini adalah 4 hasil laga yang mengejutkan pernah terjadi di piala dunia:

Jerman Tundukkan Brasil Piala Dunia 2014

 

Jerman 7-1 BrasilĀ 
(Semifinal Piala Dunia 2014 di Brasil)

Walau Selecao tak ada sosok Neymar dan Thiago Silva pada waktu itu, tetapi masih banyak yang mengira bahwa Brasil bisa menangkan pertandingan itu sebab mereka akan bermain di depan para fansnya di Stadion Mineirazo, Brasil.

Tetapi pada waktu pertandingan baru berlangsung 11 menit, Thomas Muller memulai pesta cetak angka Jerman ke gawang Brasil yang saat itu dikawal oleh Julio Cesar. Serangkaian cetak angka pun hadir kembali lewat kaki Miroslav Klose (menit ke 23), Toni Kroos (24; 26), dan Sami Khedira (29). Babak pertama berakhir, Selecao telah tertinggal 5-0.

Pada babak kedua, Brasil belum bisa lakukan perlawanan. Malah Jerman sukses tambah keunggulan lewat angka yang diciptakan Andre Schurrle di menit 69 dan 79. Brasil pun baru bisa mencetak gol hiburan di akhir laga melalui gol dari Oscar.

Hasil tersebut jadi kekalahan terbesar Selecao dari tim manapun sedari tahun 1920. Pele menganggap kalau hasil pertandingan tersebut menjadi sebuah bencana untuk sepak bola Brasil. Sedangkan pelatih Brasil sekarang ini, Tite, akui kalau saat itu Jerman memang bermain dengan hebat.

“Semua kesempatan yang diciptakan Jerman dapat berbuah menjadi cetak angka,” ucap Tite Maret kemarin. “Hal tersebut tak dapat terjadi, malah di video game sekalipun.”

Belanda Tundukkan Spanyol Piala Dunia 2014

Belanda 5-1 Spanyol
(Babak Penyisihan Grup B Piala Dunia 2014 di Brasil)

Spanyol saat itu merupakan juara bertahan Piala Dunia 2010 setelah berhasil tundukkan Belanda di partai final. Dengan skuad yang tidak banyak berubah, Tim Matador kembali diunggulkan di Piala Dunia 2014.

Di kompetisi itu, Spanyol kembali bertemu dengan Belanda di laga pertama di babak penyisihan grup. Tim Matador pernah unggul lebih awal lewat cetak angka penalti dari Xabi Alonso di menit ke 27.

Namun sebelum babak pertama berakhir, Belanda berhasil menyamakan kedudukan melalui gol cantik dari sundulan Robin van Persie sembari terbang, yang memanfaatkan umpan dari Daley Blind. Berkat gol itu, van Persie sempat dijuluki sebagai “The Flying Dutchman”.

Di babak kedua, skuad Oranye kian ganas. Diawali dengan gol dari Arjen Robben pada menit ke-53, pesta gol Belanda pun berlanjut melalui Stefan de Vrij (64), van Persie (72), dan ditutup melalui gol kedua Robben yang kembali bisa mengelabui kiper Spanyol kala itu, Iker Cassilas.

Senegal Tundukkan Prancis Piala Dunia 2002

Senegal 1-0 Prancis
(Penyisihan Grup A Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang)

Saat itu Prancis merupakan juara bertahan Piala Dunia 1998. Walau tidak diperkuat oleh pemain gelandang andalannya saat itu, Zinedine Zidane, skuad Les Blues tetap difavoritkan untuk bisa menjadi juara di Piala Dunia 2002.

Walau begitu, saat Prancis melangsungkan pertandingan pertamanya melawan Senegal di tahap penyisihan grup, dengan mengejutkan, skuad Les Bleus harus menerima hasil buruk. ialah cetak angka tunggal dari Papa Boupa Diop yang dapat bikin Senegal unggul.

Sayangnya, nasib Prancis di turnamen saat itu memang kurang mujur. Usai melangsungkan 2 pertandingan lagi melawana Denmark dan Uruguay, skuad Les Blues harus rela menghuni posisi bontot di Grup A tanpa pernah mencetak satu gol pun. Sementara Senegal berhasil melaju ke babak 16 besar usai berhasil menghuni posisi kedua di fase grup.

Korea Selatan Tundukkan Italia Piala Dunia 2002

Korea Selatan 2-1 Italia
(Babak 16 Besar Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang)

Dengan banyaknya nama pemain besar seperti Buffon, Maldini, Totti, Vieri, dan Del Piero, timnas Italia jelas menjadi tim unggulan di ajang Piala Dunia 2002. Tetapi sebagai tuan rumah, Korea Selatan tak ingin kalah begitu saja saat berhadapan skuad Gli Azzuri di partai 16 besar. Di bawah besutan Guus Hiddink, tim yang disebut sebagai Macan Asia itu mengamuk.

Korea Selatan tertinggal lebih awal lewat cetak angka Christian Vieri saat laga baru berjalan selama 18 menit. Setelah gol cepat itu, layaknya sepak bola Italia, Gli Azzuri memilih untuk bermain bertahan.

Menjelang akhir laga, tepatnya pada menit 88, Korea Selatan sukses ciptakan angka lewat sepakan Seoul Ki-hyeon. Skor imbang 1-1, pertandingan pun perlu diteruskan dengan perpanjangan waktu.

Mengetahui tim lawan memiliki kiper sekelas Buffon, Korea Selatan pun ingin menghindari drama adu penalti. Karena itu, mereka terus tampil menekan hingga Francesco Totti harus diganjar dengan hukuman kartu merah.

Serangkaian serangan yang dilancarkan oleh Macan Asia pun tidak sia-sia. Di menit ke-117, penyerang Korea, Ahn Jun-hwan, yang juga sempat gagal mengeksekusi penalti di babak pertama pertandingan, berhasil mencetak gol kemenangan bagi Macan Asia. Melalui sistem golden goal, pertandingan pun dihentikan, dan Korea berhasil memenangkan laga panas itu.

Secara mengejutkan, Korea, yang kala itu masih diasuh Guus Hiddink, berhasil melaju hingga ke babak semifinal, meski harus rela kalah dari Turki di laga perebutan juara ketiga.

Kejutan yang sama amat mungkin akan berlangsung di Piala Dunia 2018, yang bakal berlangsung di Rusia, pada tanggal 14 Juni sampai dengan tanggal 15 Juli nanti. Kita nanti saja laga mengejutkan apa yang akan berlangsung nanti.